Senin, 22 Agustus 2016

MENGENAL CISCO

Posted by pia ariestiana rinanda on 04.19 with No comments
asslamualaikum wr wb
Hay kawan kali ini saya mau share tentang  "pengenalan CISCO"

Cisco didirikan tahunn 1984 oleh 2 orang staf Stanford University, Leonard Bosack dan Sandy K. Lerner. Cisco bergerak di bidang internetworking, seperti router, bridge, hub, dan switch.
Cisco IOS (Internetworking Operating System) adalah sistem operasi yang digunakan pada perangkat router dan switch Cisco. Sistem operasi ini bersifat multitasking yang mempunyai fungsi-fungsi routing, switching, internetworking, dan telekomunikasi. Pengoperasiannya menggunakan Command Line Interface (CLI) dan sekumpulan perintah-perintah standar. Pengguna Linux / Unix akan lebih mudah beradaptasi karena ada kemiripan konsep antara Cisco IOS CLI dengan perintah-perintah di Linux / Unix OS




Level sertifikasi di Cisco setelah CCNA (Cisco Certified Network Associate), terdapat CCNP (Cisco Certified Network Professional) dan CCIP (Cisco Certified Internetwork Professional), serta yang paling puncak adalah CCIE (Cisco Certified Internetwork Expert). Seseorang yang mempunyai sertifikat CCNA memiliki ilmu pengetahuan dan kemampuan untuk instalasi, konfigurasi, mengoperasikan dan memecahkan permasalahan (troubleshooting) pada LAN, WAN dan layanan dial access untuk network kecil (dibawah 100 node), termasuk didalamnya penggunaan protokol seperti: IP, IGRP, Serial, Frame Relay, IP RIP, VLAN, RIP, Ethernet, dan Access Lists. 

walaikumslm wr wb


Sabtu, 20 Agustus 2016

TCP/IP

Posted by pia ariestiana rinanda on 14.00 with No comments
Assalamualaikum Wr Wb




 1. Pengertian

Protokol internet adalah model jaringan komputer dan seperangkat protokol komunikasi yang digunakan di Internet dan jaringan komputer yang sama.

2. Sejarah 


    Internet Protocol dikembangkan pertama kali oleh Defense AdvancedResearch Projects Agency ( DARPA) pada tahun 1970 sebagai awal dari usaha untukmengembangkan protokol yang dapatmelakukan interkoneksi berbagai jaringan komputer yang terpisah, yang masingmasing jaringan tersebut menggunakan teknologi yang berbeda. Protokol utama yang dihasilkan proyek ini adalah Internet Protocol (IP). Riset yang sama dikembangkan pula yaitu beberapa protokol level tinggi yang didesain dapat bekerja dengan IP. Yang paling penting dari proyektersebut adalah Transmission Control Protocol (TCP), dan semua grup protocol diganti dengan TCP/IP suite. Pertama kali TCP/IP diterapkan di ARPANET, dan mulai berkembang setelah Universitas California di Berkeley mulai menggunakan TCP/IP dengan sistem operasi UNIX. Selain Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) ini yang mengembangkan Internet Protocol, yang juga mengembangkan TCP/IP adalah Department of defense (DOD). Untuk memudahkan proseskonversi, DARPA juga mendanai suatu proyek yang mengimplementasikan protokol ini ke dalam BSD UNIX, sehingga dimulailah perkawinan antara UNIX dan TCP/IP.. Pada awalnya internet digunakan untuk menunjukan jaringan yang menggunakan internet protocol (IP) tapi dengan semakin berkembangnya jaringan, istilah ini sekarang sudah berupa istilah generik yang digunakan untuk semua kelas jaringan. Internet digunakan untuk menunjuk pada komunitas jaringan komputer worldwide yang saling dihubungkan dengan protokol TCP/IP.





 
4. Application
Fungsi Layer Apllication :
Berfungsi menyediakan servis-servis terhadap software-software yang berjalan pada komputer. Protokol-protokol yang beroperasi pada Application Layer: HTTP, FTP, POP3, SMTP, dll.

3. Transport
Fungsi Layer Transport :
Transport Layer berfungsi menyediakan servis yang akan digunakan oleh Application Layer. Mempunyai 2 protokol utama yaitu TCP dan UDP.

2. Internet
Fungsi Layer Internet :
Internet Layer memiliki fungsi sebagai penyedia fungsi IP Addressing, routing, dan menentukan path terbaik. Internet Layer memiliki 1 protokol yaitu TCP/IP.

1. Network Acces
Fungsi Layer Network Access :
Berfungsi mendefinisikan protokol-protokol dan hardware-hardware yang digunakan dalam pengiriman data. Pada layer ini terdapat protokol-protok seperti ethernet pada LAN, PPP pada WAN, dan juga Frame Relay.



sekian dari penjelasan saya di atas.

 Wassalamualaikum Wr Wb

Jumat, 19 Agustus 2016

Mail Server

Posted by pia ariestiana rinanda on 05.58 with No comments

 



Pengertian Mail Server

Mail Server atau E-Mail Server adalah perangkat lunak program yang mendistribusikan file atau informasi sebagai respons atas permintaan yang dikirim via email, mail server juga digunakan pada bitnet untuk menyediakan layanan serupa ftp. Selain itu mail server juga dapat dikatakan sebagai aplikasi yang digunakan untuk penginstalan email. 

 Sejarah mail server yaitu sebelumnya dikenal sebagai VMailer dan IBM Secure Mailer, itu pada awalnya ditulis oleh Wietse Venema selama tinggal di IBM Thomas J. Watson Research Center, dan terus dikembangkan secara aktif hari ini. Postfix pertama kali dirilis pada pertengahan tahun 1999.
Prinsip kerja mail server yaitu:
Jika ada mail local maupun mail remote yang mepergunakan SMTP, diletakkan kedalam direktori   /var/mail/postfix/maildrop.

    Di sini akan dicek host, domain, maupun user name yang dituju. Pengecekan juga termasuk yang didefinisikan di /etc/aliases dan ~/.forward. Jika bermasalah, mail akan dikembalikan ke pengirim. Bisanya ada satu tembusan ke postmaster.

    Dari maildrop, mail akan di clean up dengan menambah header dan meletakkan di direktori /var/mail/postfix/imcoming. Disini program queue manager akan diaktifkan.

    Queue manager akan memisahkan mail-mail yang ditujukan untuk jaringan local dan mail yang ditujukan untuk host jaringan remot. Jika ada mail yang macet, Queue Manager akan memilahnya sehingga tidak mempengaruhi pengaturan mail lainnya.

    Trivial-rewrite adalah program yang dipanggil oleh Queue Manager untuk resolving alamat dari tujuan surat.

Software client mail yang digunakan adalah squirrelmail versi 1.4.20. squirrelmail 1.4.20 merupakan client mail berbasis web. Keuntungan client mail berbasis web yaitu user tidak perlu mengatut konfigurasi mail client. Sehingga user cukup hanya mengetahui user name, password, dan URL/IP address ke mail client.

Rabu, 17 Agustus 2016

Belajar K3 dan SOP Saat Memanjat Tower

Posted by pia ariestiana rinanda on 21.42 with No comments


Assalamu'alaikum wr.wb


Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) adalah bidang yang terkait dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia yang bekerja di sebuah institusi maupun lokasi proyek. Tujuan K3 adalah untuk memelihara kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja. K3 juga melindungi rekan kerja, keluarga pekerja, konsumen, dan orang lain yang juga mungkin terpengaruh kondisi lingkungan kerja.
Kesehatan dan keselamatan kerja cukup penting bagi moral, legalitas, dan finansial. Semua organisasi memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa pekerja dan orang lain yang terlibat tetap berada dalam kondisi aman sepanjang waktu. Praktek K3 (keselamatan kesehatan kerja) meliputi pencegahan, pemberian sanksi, dan kompensasi, juga penyembuhan luka dan perawatan untuk pekerja dan menyediakan perawatan kesehatan dan cuti sakit. K3 terkait dengan ilmu kesehatan kerja, teknik keselamatan, teknik industri, kimia, fisika kesehatan, psikologi organisasi dan industri, ergonomika, dan psikologi kesehatan kerja.

Prosedur operasi standar (Bahasa Inggris: standard operating procedure, SOP) atau kadang disingkat POS, adalah suatu set instruksi yang memiliki kekuatan sebagai suatu petunjuk atau direktif. Hal ini mencakup hal-hal dari operasi yang memiliki suatu prosedur pasti atau terstandardisasi, tanpa kehilangan keefektifannya. Setiap sistem manajemen kualitas yang baik selalu didasari oleh POS

Hal-hal yang harus di lakukan sebelum memanjat tower :

1. Sebelum memanjat tower kita harus mengidentifikasi masalah (memasang alat, mengecek jaringan atau memperbaiki), membagi wewenang dalam tim, dan mengecek kondisi (tower, spanner), termasuk kondisi badan si pemanjat.

2. Dalam satu tim kerja dibutuhkan minimal 3 orang yang masing-masing orang memiliki tugas dan wewenang masing-masing yaitu :

    Satu orang bertugas sebagai penanggung jawab peralatan. Tugasnya harus menyiapkan peralatan yang harus dibawa (seperti tali, safety, kunci dll) menanyakan apakah ada masalah dengan alat-alat tersebut dan mengecek kelengkapan saat akan berangkat dan setelah selesai melakukan pekerjaan
    Satu orang sebagai pemanjat. Tugasnya adalah memanjat dan memasang alat yang di perlukan di atas tower dan pointing.
    Dan yang terakhir seorang yang bertugas untuk men-setting, dan koordinator tim .

3. Saat akan memanjat, beberapa hal yang perlu diperhatikan ialah :

  Cek fisik tower (pastikan kuat dan masih bisa untuk dipanjat)
    Cek kondisi fisik kita (apakah sehat atau sakit jika sakit tidak usah memanjat karna akan berbahaya).
    Cek spanner-nya (tali pancang) karna kekuatan pipa sangat bertumpu pada spanner. Dan jika spannernya tidak kuat (bergoyang-goyang) maka akan menganggu koneksi data, sehingga komputer akan mencari data secara terus menerus (searching).

  Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum memanjat tower :

    Fisik kita harus sehat.
    Fisik dari tower tersebut apakah benar-benar kuat dan tidak ada yang rusak.
    Keadaan tali atau spaner tower apakah sudah benar.
    Alat yang kita pakai dalam memanjat apakah layak kita pakai dalam naik tower.
    Kondisi cuaca.
    Arah angin.
    Pemasangan dari alat-alat.

Ketentuan dalam memasang tower :

    Jarak yang ideal antara titik pusat ke titik speaner minimal 1/3 dari tinggi tower.Jarak harus sama.
    1/3 dari tinggi tower dihitung dari dasar yang paling bawah tower menyentuh tanah.
    1/3 dari tinggi tower harus dicari dengan rumus phytagoras.
    Kedalaman vondasi tanah kira-kira 70-75 cm.

Alat yang digunakan saat memanjat tower :

    Sabuk pengaman. Tentunya harus yang masih layak pakai, karna akan membahayakan sekali dan akan berakibat fatal. Cara pemasangannyapun harus benar dan tidak boleh asal asalan. Karena itu akan sangat menentukan sekali pada saat kita berada di atas.
    Alas kaki yang tidak licin. Contoh : sandal gunung, sepatu
    Usahakan memakai topi.
    Dalam pakaian, pakailah baju yang dapat menyerap keringat (fleksibel).

ya itu tadi penjelasan tentang K3 dan SOP.

Wassalamualikum Wr Wb

  sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Kesehatan_dan_keselamatan_kerja

Selasa, 16 Agustus 2016

Pengertian Dan Cara Menghitung Subnetting IP Address

Posted by pia ariestiana rinanda on 21.41 with No comments
 Asslamualaikum Wr Wb

kali ini saya akan membagi sedikit ilmu yang saya dapat mengenai penghitungan Subnetting IP Address

 

Subbnetting sering diartikan sebagai metode yang dilakukan untuk membagi blok setiap alamat IP address menjadi beberapa blok IP address.
Dari blok yang rentang IP address nya banyak dibuat sehingga membentuk rentang IP address yang lebih sedikit.

Sebelum kita mulai pada menghitung ada baiknya bila saya jelaskan terlebih dahulu mengenai Network Address.

Network address adalah sebuah alamat IP address yang dipakai untuk mewakili dari sekumpulan host yang tergabung dalam sebuah jaringan. Fungsinya adalah untuk menandai sebuah network agar dapat dibedakan dengan network yang lain. Karena fungsinya tersebut, network address juga dipakai untuk mengirimkan paket dari LAN ke LAN atau jaringan satu ke jaringan lain.

Broadcast address adalah alamat yang digunakan sebuah IP address untuk mengirim paket ke semua host yang ada pada sebuah jaringan/LAN. Berbeda dengan network address, broadcast address tidak diperuntukan untuk untuk mengirim paket ke jaringan lain.

Subnet mask adalah bagian IP address yang dapat menggambarkan jumlah host dari sebuah jaringan. Contoh dari subnetmask, 255.255.255.0 (subnetmask desimal) kemudian dikonversi ke bilangan binary menjadi 11111111.11111111.11111111.00000000 (subnetmask biner). Pada contoh tersebut bisa kita ketahui terdapat 8 bit angka biner nol, yang berarti jumlah host pada jaringan tersebut adalah 2^8 = 256 host. Karena bilangan tersebut berbentuk binary maka pemangkatan yang digunakan adalah 2.

Classless Inter-Domain Routing (CIDR) merupakan yang dipakai untuk mengalokasikan jumlah alamat yang ada pada blok tertentu. Misal 192.168.0.0/24, pada contoh tersebut yang merupkan CIDR adalah “/24” yang juga sering disebut dengan notasi. Pada kasus ini, bisa kita lihat pula jumlah host yang tersedia. /24 maka jika implementasikan ke bilangan biner menjadi 11111111.11111111.11111111.00000000, dengan melihat bilangan tersebut maka sudah bisa kita ketahui jumlah host yang tersedia.

Host valid / IP valid adalah alamat IP address yang dapat digunakan oleh host. Misal dalam rentang IP address 192.168.1.0/24, maka host jumlah host valid nya adalah 192.168.1.1 – 192.168.1.254. Sedangkan Ip address pertama 192.168.1.0 merupakan Network address dan IP address kedua 192.168.1.255 merupakan broadcast address.

Power of 2. Yang dimaksud dengan power of 2 adalah pemangkatan angka 2 dengan bilang mulai dari nol, 1, 2 dan seterusnya, yang penting bilangan tersebut haruslah angka genap positif. Yang mesti diingat dalam pemangkatan angka 2 adalah sebagai berikut:
2^0 = 1
2^1= 2
2^2=2 x 2 = 4
2^3=2 x 2 x 2 = 8
2^4= 2 x 2 x 2 x 2 = 16
2^5= 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 32
2^6= 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 64
2^7=2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 128
2^8=2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 256
2^9=2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 512
2^10= 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 1024
Baiklah, bekal diatas saya rasa sudah cukup untuk mulai berhitung. :)

IP address class C Subnetting

Tentukan IP address yang akan mau disubnetting, misalnya 192.168.1.0/24. Agar lebih mudah memahaminya, saya gunakan CIDR dalam penulisan IP address nya. Sebelum lanjut, saya akan manampilkan CIDR secara lengkap.

Subnet mask         CIDR/Notasi
255.0.0.0                            /8
255.128.0.0                        /9
255.192.0.0                        /10
255.224.0.0                        /11
255.240.0.0                        /12
255.248.0.0                        /13
255.252.0.0                        /14
255.254.0.0                        /15
255.255.0.0                        /16
255.255.128.0                    /17
255.255.192.0                    /18
255.255.224.0                    /19
255.255.240.0                    /20
255.255.248.0                    /21
255.255.252.0                    /22
255.255.254.0                    /23
255.255.255.0                    /24     ———–> # Awal dari Class C
255.255.255.128                /25
255.255.255.192                /26
255.255.255.224                /27
255.255.255.240                /28
255.255.255.248                /29
255.255.255.252                /30

Setelah itu kita lakukan subnetting terhadap ip private yang termasuk dalam class C.

IP address yang akan kita subnetting adalah 192.168.1.0/24

Subnet mask binner = 11111111.11111111.11111111.00000000

Subent mask decimal = 255.255.255.0

Jumlah Blok = 2^0 = 1

Jumlah host/blokl = 2^8 = 256

Jumlah host valid = 256 – 2 =254

Blok Pertama: (total host 192.168.1.0 s/d 192.168.1.255)

Network address = 192.168.1.0

Host Valid atau IP Valid = 192.168.1.1 s/d 192.168.1.254

Broadcast address = 192.168.1.255

Berikut ini adalah penjelasan dari cara perhitungan diatas.

1. Subnet mask binner (SM Binner)
Jumlah bit binner pada IP address adalah 32 bit, yang terbagi atas 4 oktet. Setiap oktet terdiri atas 8 bit yang dibatasi dengan titik atau dot. Berdasarkan CIDR atau notasi yang ditentukan diawal perhitungan tadi, yaitu /24. Maka bisa ditentukan bahwa Subnetmask binner adalah 11111111.11111111.11111111.00000000;

2. Subnet mask decimal (SM Decimal)
Subnet mask desimal merupakan konversi dari subnet mask binner. Karena Subnet mask binner adalah 11111111.11111111.11111111.00000000, maka subnet decimal 255.255.255.0;

3. Jumlah blok
Karena seubnetting ini dilakukan pada kelas C, maka yang merupakan NET ID adalah tiga oktet pertama dan yang merupkan HOST ID. Perlu kita ketahui yang menetukan jumlah blok pada sebuah IP address adalah jumlah bit 1 pada HOST ID. Karena pada HOST ID tidak terdapat bit 1, maka jumlah blok pada ip address tersebut adalah 2^0 = 1.

4. Jumlah host/blok
Cara penghitungan jumlah host ini merupakan kebalik dari perhitungan jumlah blok. Untuk mencari jumlah host, yang perlu diperhatikan adalah jumlah bit 0 pada SM Binner diatas. Karena pada SM BInner tersebut terdapat 8 bit 0, maka jumlah host nya adalah 2^8 = 256.

5. Jumlah Host valid atau IP Valid
Jumlah total range IP address diatas adalah 256 yang terdiri atas 192.168.1.0 s/d 192.168.1.255; Untuk menentukan IP valid, maka Jumlah Host – 2 (network address dan broadcast address). Jadi Karena pada ip address terdapat 3 jenis address, yaitu network address, broadcast address, dan IP valid. Maka IP address tersebut dibagi menjadi 3 bagian, yaitu 192.168.1.0 sebagai network address, 192.168.1.255 sebagai broadcast address, dan yang menjadi range IP valid adalah 192.168.1.1 s/d 192.168.1.254;
Setelah saya menjelaskan tentang metode perhitungan diatas, saya akan berikan lagi contoh perhitungan dengan notasi yang berbeda agar semakin mudah dipahami terlebih bagi yang masih belajar.

IP address yang akan kita subnetting adalah 192.168.1.0/25
Subnet mask binner = 11111111.11111111.11111111.100000
Subent mask decimal = 255.255.255.128 (didapat dari 2^7=128)
Jumlah Blok = 2^1 = 2
Jumlah host/blokl = 2^7 = 128
Jumlah host valid = 128 – 2 =126

Blok Pertama: (total range 192.168.1.0 sampai 192.168.1.127)
Network address = 192.168.1.0;
Host Valid atau IP Valid = 192.168.1.1 s/d 192.168.1.126
Broadcast address = 192.168.1.127

Blok Kedua: (total range 192.168.1.128 sampai 192.168.1.255) pada blok kedua, urutan host melanjutkan blok pertama.
Network address = 192.168.1.128
Host Valid atau IP Valid = 192.168.1.129 s/d 192.168.1.254
Broadcast address =  192.168.1.255

IP address yang akan kita subnetting adalah 192.168.1.0/26
Subnet mask binner = 11111111.11111111.11111111.11000000
Subent mask decimal = 255.255.255.192 {didapat dari (2^7) + (2^6) = 192 }
Jumlah Blok = 2^2 = 4
Jumlah host/blokl = 2^6 = 64
Jumlah host valid = 64 – 2 = 62

Blok Pertama: (total range 192.168.1.0 sampai 192.168.1.63)
Network address = 192.168.1.0;
Host Valid atau IP Valid = 192.168.1.1 s/d 192.168.1.62
Broadcast address = 192.168.1.63;

Blok Kedua: (total range 192.168.1.64 sampai 192.168.1.127)  pada blok kedua, urutan host melanjutkan blok pertama.
Network address = 192.168.1.64;
Host Valid atau IP Valid = 192.168.1.65 s/d 192.168.1.126
Broadcast address = 192.168.1.127;

Blok Ketiga: (total range 192.168.1.128 sampai 192.168.1.191)  pada blok ketiga, urutan host melanjutkan blok kedua.
Network address = 192.168.1.128;
Host Valid atau IP Valid = 192.168.1.129 s/d 192.168.1.190
Broadcast address = 192.168.1.191;

Blok Keempat: (total range 192.168.1.192 sampai 192.168.1.255) pada blok keempat, urutan host melanjutkan blok ketiga.
Network address = 192.168.1.192;
Host Valid atau IP Valid = 192.168.1.193 s/d 192.168.1.254
Broadcast address = 192.168.1.255

  sekian dari penjelasan saya di atas.

Wasalamualaikum Wr Wb

Senin, 15 Agustus 2016

Konfigurasi DNS Server Debian 8

Posted by pia ariestiana rinanda on 00.31 with No comments

assalmualaikum wr wb

disni saya mau share tentang tata cara konfigurasi dns server debian  konfigurasiannya, ikuti langkah-langkah berikut :

  • Install paket bind9.
root@debian:~# apt-get install bind9
Konfigurasi DNS Server Debian 8 (1)
  • Tekan "Y" untuk melanjutkan.
  • Pindah ke direktori bind untuk memudahkan kita mengkonfigurasinya.
root@debian:~# cd /etc/bind
  • Edit file named.conf.local. 
root@debian:/etc/bind# nano named.conf.local

Konfigurasi DNS Server Debian 8 (2)
  • Setting seperti gambar diatas, lalu save.
  • Copy file db.local menjadi db.faniriski dan db.255 menjadi db.192.
root@debian:/etc/bind# cp db.local db.faniriski
root@debian:/etc/bind# cp db.255 db.192
  • Edit file hasil copy dari db.local.
root@debian:/etc/bind# nano db.faniriski
Konfigurasi DNS Server Debian 8 (3)
  • Setting seperti gambar diatas, lalu save.
  • Edit juga file hasil copy dari db.255.
root@debian:/etc/bind# nano db.192
Konfigurasi DNS Server Debian 8 (4)
  • Setting seperti gambar diatas, lalu save.
  • Edit file resolv.conf.
root@debian:/etc/bind# nano /etc/resolv.conf
Konfigurasi DNS Server Debian 8 (5)
  • Masukan IP DNS, lalu save.
  • Kemudian restart bind9.
root@debian:/etc/bind# /etc/init.d/bind9 restart
  • Coba cek dengan menggunakan nslookup.
Konfigurasi DNS Server Debian 8 (6)
Nah itulah cara pengkonfigurasian DNS Server. Selanjutnya kita akan mengkonfigurasikan web server. Semoga bermanfaat.
 
walaikumsalam wr wb

Minggu, 14 Agustus 2016

Tutorial Instalasi Debian 8

Posted by pia ariestiana rinanda on 05.04 with No comments
assalamualaikum wr wb
kali ini saya mau memposting langkah-langkah menginstal debian 8 sebagai berikut

 Langkah-langkah mengistall debian 8 :

1. Setting BIOS komputer anda seperti waktu dan lain lain termasuk boot priority untuk boot melalui DVD/CD atau anda dapat membuat booting melalui flashdisk atau media lain yang anda dapat gunakan proses awal setelah booting melalui DVD debian seperti gambar dibawah ini

anda bisa pilih "install" dengan menekan enter

2.Setelah tekan enter akan muncul pilihan untuk bahasa yang akan anda gunakan saya sarankan untuk menggunakan bahasa english karena bahasa ini lebih universal
anda bisa pilih "english - english " dengan menekan enter

3.Lalu anda akan diminta untuk memilih lokasi dimana anda berada silahkan pilih "other > asia > indonesia
lalu pilih "asia" tekan enter
lalu pilih "indonesia" tekan enter
4.Selanjutnya anda akan diminta untuk menentukan locales silahkan pilih "United States - en_US.UTF-8"
5.Selanjutnya anda akan diminta memilih type atau jenis keyboard yang anda gunakan silahkan pilih "Amerikan English" jika anda mengunakan keyboard qwerty

 8.Jika jaringan anda tidak terhubung atau tidak menggunakan jaringan yang DHCP anda bisa mengkonfigurasi terlebih dahulu LAN card anda dengan ip
9. Setelah itu anda bisa mengkonfigurasi ip anda terlebih dahulu dengan memilih "Configure network manully" tekan enter
 10.Isikan IP address anda
11. Selanjutnya akan keluar otomatis gateway dari ip anda lalu tekan enter

12.Selanjutnya anda akan diminta memasukan ip dns anda dapat masukan ip yang sama dengan ip gateway
 13.Lalu anda diminta memasukan hostname
 14. Selanjutnya anda diminta memasukan nama domain
15. Selanjutnya anda akan diminta memasukan password untuk user "ROOT"

16.Masukan sekali lagi password root anda tadi lalu tekan enter

 17.Lalu anda diminta untuk memasukan full name dari user baru yang akan anda buat lalu enter
18.Kemudian anda diminta memasukan usernname untuk user baru lalu enter
 19.Masukan Password user baru
20.Masukan lagi password untuk user baru
21. Lalu anda akan diminta untuk memasukan time zone atau zona-zona waktu yang ada di indonesia silahkan pilih Western untuk WIB


22.Sekarang anda dalam proses pemartisian pilih yang kedua
23.Tekan enter
24.Pilih "All files in one partition" dan tekan enter
 25.Kemudian pilih "Finish partitioning and write changes to disk" dan tekan enter

 26.Lalu pilih "yes" untuk "write the changes to disks" tekan enter


27.Lalu muncul "scan another CD or DVD .... " pilih no tekan enter
28.Kemudian akan muncul "use a network mirror"pilih no lalu enter

29. Muncul "participate in the package usage survey?" seperti gambar dibawah ini silahkan pilih "yes" lalu tekan enter

30.selanjutnya anda diminta memilih software apa saja yang ingin anda install, untuk memilih software silahkan anda menekan spasi untuk memberi tanda bingtang lalu tekan enter jika anda sudah selesai memilih

 31.Lalu muncul seperti gambar dibawah ini yaitu "install the GRUB ..." silahkan pilih "yes" tekan enter
32.Kemudian anda akan diminta memilih dimana master boot loader akan diinstall pilih "/dev/sda" atau hardisk anda tekan enter

33.Setelah installasi selesai maka akan muncul seperti gambar dibawah ini lalu pilih "continue" tekan enter dan selesai

waalaikumsalm wr wb